Indonesian English Arabic
Saturday, 4 September 2010
Google
Web
kabarMadura
KabarMadura.Com » Berita » UNAS Madura, Siswa Madura Terancam Tak Ikut

UNAS Madura, Siswa Madura Terancam Tak Ikut

Posted by KabarMadura.Com On Monday, 30 November 2009 10:35 WIB
This news item was posted in Berita category and has 0 Comments so far.

Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.

unas-madura-135x100 UNAS Madura, Siswa Madura Terancam Tak Ikut

UNAS Madura, Siswa Madura Terancam Tak Ikut

Desa Polisikan Dugaan Penggelapan Ijazah

BATANG-BATANG-Dugaan pencekalan ijazah Fauzan, 15, di MI Nurul Islam, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep terus menuai protes. Pasalnya, siswa yang masih stres tersebut terancam tak ikut Unas (Ujian Nasional). Bahkan, aparat desa setempat berencana akan memolisikan lembaga sekolah swasta tersebut.

Kades Tamidung Muabi mengatakan, aparat desa tidak mau berpangku tangan terkait dugaan penggelapan ijazah Fauzan. Menurutnya, desa akan melaporkan tindakan oknum di MI Nurul Islam yang juga masuk dalam kategori tindak pidana.

“Beberapa hari ini pihak MI Nurul Islam bilang, warga saya (Fauzan, Red.) tidak lulus. Tapi, berdasarkan pengumuman yang diterima siswa maupun pengakuan sebagian guru di MI Nurul Islam, Fauzan lulus. Ijazahnya berarti kan mau digelapkan,” katanya kepada koran ini kemarin.

Menurut Muabi, jika hari ini (30/11) tidak ada kepastian penyerahan ijazah ke siswa kelas III MI yang bernaung di Yayasan Al-In’am, aparat desa akan melaporkan dugaan penggelapan ijazah tersebut. Bahkan, termasuk juga praktik pungli (pungutan liar) MI Nurul Islam ke murid yang akan mengambil ijazah.

“Sebab ijazah siswa bisa dikeluarkan, asalkan membayar uang hingga ratusan ribu. Keluhan dari warga, mereka ada yang diminta mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 250. Itu juga pasti kami laporkan,” katanya.

SI, salah satu guru MI Nurul Islam mengatakan, Fauzan yang tercatat putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Mujahri dan Baina itu sebenarnya memang sudah ditentukan lulus. Bahkan, akunya, kelulusannya tiga tahun silam diumumkan ke sekitar 12 siswa sekelasnya. “Insya Allah dia (Fauzan, Red.) sudah lulus,” terangnya.

Hanya, menurut SI, pembagian ijazah sepenuhnya ditentukan kepala madrasah. Tidak semua ijazah diberikan ke siswa, termasuk di antaranya milik Fauzan. “Semua ijazah dipegang Abdillah (kepala madrasah, Red.), tapi dia tertutup,” jelasnya.

Kepala MTs Al-In’am Abd. Rohim mengatakan, belum disetorkannya persyaratan tahapan mengikuti Unas (Ujian Nasional) membuat penyetoran fotokopy ijazah siswa yang lain ikut molor. “Sebenarnya penyetoran persyaratan ijazah ke MTsN Sumenep paling lambat 25 November, tapi sekarang sudah lambat karena menunggu lampiran ijazah milik Fauzan,” katanya.

Keterlambatan penyetoran ijazah, siswa yang bertempat tinggal di Desa Panagan, Kecamatan Gapura ini terancam tidak mengikuti unas. “Kalau beberapa hari ini ijazahnya tetap belum ada, terpaksa Fauzan kami tinggalkan,” jelasnya.

Sementara, Wakasek MTsN Sumenep Hairuddin mengatakan, sebagai sekolah induk, dalam tahapan sensus pihaknya masih memberikan toleransi terhadap lembaga hingga akhir tahun. “Kami belum tahu permasalahan di bawah seperti apa. Tapi yang jelas kami tunggu hingga akhir tahun,” katanya. (uji/ed)

Sumber : Jawa Pos

Bookmark and Share

Related Posts:

You can leave a response, or trackback from your own site.
Gravatar : You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar

Leave a Reply

Twitter Users
Enter your personal information in the form or sign in with your Twitter account by clicking the button below.


Comments links could be nofollow free
The Holy Qur'an :

© 2010 Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura KabarMadura.Com | Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura