Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Ujian CPNS Madura, Sekolah DiliburkanSUMENEP-Di samping penggunaan gedung pemerintahan, panitia seleksi calon pepawai negeri sipil (CPNS) dipastikan akan menggunakan sekolah untuk dijadikan ruangan pelaksanaan tes tulis pada 21 November mendatang. Sekolah yang akan digunakan mulai jenjang SD hingga SMA.
Dari informasi yang dihimpun koran ini, sekolah yang akan dipakai untuk pelaksanaan tes sebanyak 16 sekolah. Yakni, SDN Kolor, SDN Bangselok, SDN Pandian, SDN Pajagalan 1 dan 2, SDN Pangarangan 1,2,3,4,5,6 dan 7, SMP 1 dan 2, SMA 2 dan SMK. Sedangkan sisanya akan ditempatkan di gedung pemerintahan seperti GNI dan KORPRI.
Penggunaan tempat sekolah ini sudah dikoordinasikan dengan pihak dinas pendidikan (disdik) dan telah disetujui. “Jadi untuk penggunaan beberapa sekolah sudah disetujui oleh kepala disdik,” kata Carto selaku sekretaris BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) Sumenep.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Disdik H M. Rais. Menurutnya, panitia CPNS telah melakukan koordinasi dengan disdik tentang penggunaan ruangan sekolah pada tes CPNS. “Panitia sudah ada koordinasi dengan pihak kami, berkaitan dengan penggunaaan ruangan beberapa sekolah pada tes (CPNS) nanti,” jelasnya.
Namun, sambungnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima sekolah mana saja yang akan digunakan. “Belum ada kabar dari panitia tentang sekolah mana yang akan digunakan ujian tulis CPNS nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, penggunaan sebagian sekolah di hari efektif pelajaran dipastikan akan menggangu proses belajar mengajar. Namun, kebanyakan pihak sekolah tidak merasa keberatan jika sekolahnya ditempati tes CPNS. Sebab, hal itu dianggap program pemerintah yang seharusnya didukung.
Seperti yang dituturkan Kepala SMP 1 H. Nurul Hamzah. Menurut dia, pihaknya tidak keberatan sekolahnya ditempati tes CPNS. “Kita ini bagian dari pemerintah, lagian untuk meningkatkan SDM. Seharusnya kita dukung bersama,” jelasnya.
Meski libur, sambungnya, pihak sekolah akan memberikan tugas khusus kepada para siswa. “Kendati sekolah libur, anak-anak bisa belajar di rumah dengan cara mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh pihak sekolah pada hari sebelumnya,” paparnya.
Sekadar diketahui, kendati siswa libur, guru dan karyawan bukan berarti libur. Sebab, pengawas ujian akan diambil dari pihak sekolah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah komunikasi, dan penguasaan medan yang ada. Sebab, guru tersebut akan mengawasi ujian sesuai dengan tempat mengajar.
Selain itu, untuk pengamanan panitia akan melibatkan 73 personel kepolisian, 50 personel satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan 60 orang dari dinas perhubungan (diskominfo). (c26/zid/rd)
Sumber : Jawa Pos
Related Posts: