Indonesian English Arabic
Sunday, 5 September 2010
Google
Web
kabarMadura
KabarMadura.Com » Seni dan Budaya » Sejarah Carok dan Celurit Madura

Sejarah Carok dan Celurit Madura

Posted by KabarMadura.Com On Wednesday, 25 March 2009 12:50 WIB
This news item was posted in Seni dan Budaya category and has 17 Comments so far.

Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.

Menelusuri Sejarah Carok dan Celurit Madura

Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).

PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata. Lantas apa hubungannya dengan carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antarpenduduk sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, rebutan tanah, bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun.Pada abad ke-12 M, zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Joko Tole, istilah carok belum dikenal. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M.

Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah celurit. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan.Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda, yang juga sesama bangsa. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. Pada saat carok mereka tidak menggunakan senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura zaman dahulu, akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata andalannya.

Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum blater dengan tujuan merusak citra Pak Sakera sebagai pemilik sah senjata tersebut. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat.Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Alasannya adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya, daripada putih mata lebih baik putih tulang. Artinya, lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun secara massal. Senjata yang digunakan selalu celurit. Begitu pula saat melakukan aksi kejahatan, juga menggunakan celurit.Kondisi semacam itu akhirnya, masyarakat Jawa, Kalimantan, Sumatra, Irian Jaya, Sulawesi mengecap orang Madura suka carok, kasar, sok jagoan, bersuara keras, suka cerai, tidak tahu sopan santun, dan kalau membunuh orang menggunakan celurit. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian.

Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun, berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda.Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di Bangkalan, Sampang, maupun Pamekasan. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan leluhurnya, tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda.

Sumber : posmo.wordpress.com

Bookmark and Share

Related Posts:

You can leave a response, or trackback from your own site.

17 Comments to “Sejarah Carok dan Celurit Madura

  1. 1

    M.Kholis Habni
    said on Sunday, April 26, 2009, 12:40

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Windows XP

    Sabrang…. Ngatoreh salam kenal de’ sedeje epon.. Abdinah kacong Bangkalan abid bede esampang. esto epon tak sadeje reng madure se kodu neggu arek.. oreng madure los alos, sekeng mon tak ende’ alos kadeng pas ngangguy arek..
    salam songkem….

  2. 2

    shioukahn
    said on Tuesday, May 5, 2009, 17:07

    Posted from United States
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Windows XP

    orang yg bilang orng madura itu kasar….pastikan dia blm pernah datang ke Madura.

    lerres engghi tretans?

  3. 3

    Tamsil Islami
    said on Friday, May 8, 2009, 9:06

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Windows XP

    Apapun kata orang tentang Madura yang pasti Madura adalah tumpah darahku, mator sakalangkong

  4. 4

    cong to
    said on Monday, June 22, 2009, 16:33

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Opera Opera 9.62 on Windows Windows XP

    sungguh merugi orang di sebrang sana yang belum pernah merasakan, kokohnya suramadu, nikmatnya sate lalat, eloknya pantai jumiang, semaraknya karapan sapi, semilirnya angin pantai lombang, eksotisnya pantai salopeng, mistiknya museum sumenep…sungguh-sungguh sangat merugi….visit madura…enjoy it…feels the differents

  5. 5

    DEAZ TERENGGANU
    said on Friday, September 4, 2009, 21:52

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.8 on Windows Windows XP

    KESENIAN MADHURA KODDHU EJAGA BAN E LESTARIKAN OK !! SALAM DERI RENG MADHURA ASLI

  6. 6

    RENG BLATER
    said on Friday, September 4, 2009, 21:55

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.8 on Windows Windows XP

    CAROK KODHU EJHAGA SAMPE RENG BLATER MATEH KABBI SALAM DERI RENG BLATER MADHURA

  7. 7

    DEAZ TERENGGANU
    said on Friday, September 4, 2009, 22:08

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.8 on Windows Windows XP

    ONGGU BANYAKNA KESENIAN MADHURA :SURAMADU,PANTAI CAMPLONG, MUSIK UL DAUL,PANTAI LOMBANG.PANTAI SLOPENG,MUSEM SUMENEP,MUSEUM CAKRANIGRAT,MAKAM RATO EBU,CAROK…………..

  8. 8

    bambang S
    said on Wednesday, September 9, 2009, 15:50

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

    Orang madura ,memang banyak warna ada yang keras ada juga yang lenbut dan santun,ada keturunan belater(jagoan/jawara) adalah ada juga yang keturunan santri dan juga priyayi, tapi yang pasti orang madura orang yang pemberani,berani menghadapi,lawan,berani menghadapi masalah,berani menghadapi kemiskinan,berani menghadapi kebodohan juga berani menghadapi kekayaan,menang atau kalah itu nomer 56 yang penting berani melawan…mator sekelangkong

  9. 9

    Yudhi
    said on Thursday, October 15, 2009, 2:51

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using PHP PHP

    Oh gitu ya sejarahnya, baru tau :) thanks ya

  10. 10

    Adane_Bagoes
    said on Friday, October 23, 2009, 10:24

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5 on Windows Windows XP

    menurutQ reng madhura ka’rowah ghus-baghus orengah.tak jauh bidhe bhi’ oreng2 dari daerah laen.bahkan aghadui nilai plus.manabi reng madura ealosseh maka orang madhura kasebbut brusaha untuk lebbhi alos.tapi sabelikkeh manabi ekasareh otabe e la-salaeh.maka reng madhure lebbhi kasaran pole.
    masih bennyak nilai2 plus se e aghungeh reng-oreng madhure.
    wassalam…(Dhani/Pakong pamekasan)

  11. 11

    DEDE
    said on Friday, October 23, 2009, 13:20

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.20 on Windows Windows XP

    enggi lerres paneka…. oreng madura banyak senganggeb oreng seng kasar ban seggut acarok….

  12. 12

    juwita sari
    said on Thursday, June 3, 2010, 13:41

    Posted from Australia Australia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.3 on Windows Windows XP

    Aku dari jawa, senang sekali bisa membaca budaya Madura. Aku punya teman dekat dr madura orangnya ga kasar tuuh, baek , halus cara ngomongnya.
    Aku pengen belajar banyak ttg bhs madura tapi susah bgt.

  13. 13

    ramzi ahmad
    said on Monday, June 7, 2010, 1:43

    Posted from United States
    Using Internet Explorer Internet Explorer 8.0 on Windows Windows NT

    madura sumenep adalah tempat kelahiranku aku,jgn salah memperediksi orang madura malah orangnya sopan2 dan perkembangan zaman sekarang banyak orang2 madura yang berhasil dalam pendidikan,hidup madura berkarya terus dalam hal positif.thank`s froom ramzi carles

  14. 14

    miming syahrul
    said on Monday, June 14, 2010, 14:08

    Posted from United States
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.19 on Windows Windows XP

    walah.., kog bangga ama carok. kalo orang madura ngaku alus2.., buktikan anda bisa sopan dalam beretika. tinggalkan budaya carok, agama melarang itu.

  15. 15

    Arou_sumenep
    said on Sunday, June 27, 2010, 17:55

    Posted from United States United States
    Using Opera Mini Opera Mini 9.80

    Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Mungkin kta itulh yg pas bgi mreka yg lom knal ma or mdura.

  16. 16

    cewek jawi
    said on Monday, August 2, 2010, 18:41

    Posted from Brunei Darussalam Brunei Darussalam
    Using Opera Opera 8.65 on SonyEricsson SonyEricsson G700

    stiap org punya pribadi sendiri2,ada halus ada kasar,hanya satu tradisi inilah yg harusnya d’tiadakan,karna islam tdak pernah mengajarkan kekerasan,,skarg qt dah tau kalo asal muasal tradisi ni dari adu domba belanda,kalo msh dprthnkan,bukankah brti anda sm saja dgn mereka,..berpikir singkat tanpa n0rma,dan berlaku kriminal,sdikitpun gk b’manfaat,dilihat dari segi manapun,HAPUSKAN CAROK

  17. 17

    slaxes
    said on Tuesday, August 3, 2010, 0:39

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Safari Safari 533.4 on Mac OS Mac OS X

    biarkan saja orng mo berkata apa, yg penting kita sbagai masarakat madura tetap menjaga dan melestarikan budaya madura yg penting kita gak bikin salah sama orang lain keng mon esalaeh pagun mateh tak enggi tretan by achonk jkrt

Gravatar : You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar

Leave a Reply

Twitter Users
Enter your personal information in the form or sign in with your Twitter account by clicking the button below.


Comments links could be nofollow free
The Holy Qur'an :

© 2010 Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura KabarMadura.Com | Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura