Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Keinginan rakyat Madura untuk memiliki universitas negeri terkabul sudah. Sabtu siang (7/7) di Pendopo Kabupaten Pamekasan, Menhan Mahfud MD menyampaikan kabar gembira bahwa Universitas Bangkalan (Unibang) kini telah resmi menjadi perguruan tinggi negeri. Namanya berubah menjadi Universitas Negeri Trunojoyo Madura (UNTM). Perubahan status ini tertuang dalam SK Presiden No. 85/2001 tanggal 5 Juli 2001. Peresmiannya bakal dilakukan pada minggu ketiga bulan ini oleh Mendiknas Yahya A Muhaimin.
Proses penegerian Unibang ini memang tidak memenuhi syarat administratif sebagaimana layaknya. Menhan Mahfud yang putra asli Madura itu mengakui kalau keputusan mendirikan UNTM karena pertimbangan politis. Yang dimaksudkan adalah keputusan itu dibuat dengan mengesampingkan SK Menpan yang mensyaratkan proses penegerian sebuah universitas harus dilakukan dari awal, yakni dengan membentuk tim yang memakan waktu cukup lama. Termasuk persiapan dari segi teknis berupa memiliki sejumlah dosen bergelar doktor dan profesor serta memiliki enam jurusan eksakta.
Boleh dibilang keputusan pemerintah merubah status Unibang menjadi UNTM ini termasuk kebijakan khusus. Dampaknya cukup luas, karena warga Madura dimanapun pasti menyambut baik keputusan ini. Sebab, dalam kondisi normal, keinginan rakyat Madura untuk punya universitas negeri, tentu memakan waktu sampai puluhan tahun. Kini, tinggal menata manajemen UNTM agar benar-benar memenuhi syarat ideal sebagai universitas negeri. Peringatan Menhan Mahfud agar UNTM jangan dikelola seperti ormas, harus benar-benar diperhatikan oleh tokoh-tokoh Madura.
Musim pendaftaran mahasiswa baru tahun 2001 ini, benar-benar akan terjadi perubahan besar di Madura. Tamatan SLTA dari empat kabupaten di Pulau Madura, sudah punya pilihan utama di UNTM. Selama ini, untuk kuliah di perguruan tinggi negeri, mereka harus berbondong-bondong ke Pulau Jawa. Jangka ke depan, UNTM tinggal melengkapi sejumlah fakultas dan jurusan sesuai dengan kebutuhan rakyat Madura. Termasuk perlu didirikan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) dengan jurusan seperti IAIN. Orang Madura juga memiliki kecenderungan tinggi terhadap FIAI ini, buktinya IAIN Sunan Ampel pernah punya cabang di Pamekasan.
Dari segi potensi, sangat wajar bila Pulau Madura “dipaksakan” punya universitas negeri. Jumlah penduduk di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep sekitar 3.188.043 jiwa itu jadi faktor pendukung utama. Dari jumlah penduduk ini, pengelompokan potensial jadi mahasiswa berada pada kelompok usia 20-24 tahun, jumlahnya sekitar 293.293 jiwa. Sedangkan proyeksi lima tahun ke depan, potensinya lebih besar lagi. Sebab, jumlah penduduk kelompok usia 15-19 tahun jumlahnya 325.180 jiwa.
Prospek rekrutmen mahasiswa UNTM dari penduduk Pulau Madura saja sudah dibilang cukup. Apalagi sekedar butuh 2-3 ribu mahasiswa baru, tentunya kebutuhan angka ini berada dibawah satu persen dari potensi yang ada. Potensi ini akan bertambah besar bila dihitung juga jumlah etnis Madura yang menyebar di berbagai kawasan Pulau Jawa. Mereka pasti berpikir jika anaknya tidak diterima di perguruan tinggi negeri dikota lain, lebih baik dikuliahkan di UNTM. Hitung-hitung sambil mengenalkan anak-cucu pada kampung halaman nenek moyangnya.
Motivasi tamatan SLTA di Surabaya untuk masuk ke UNTM makin tidak terbendung jika jembatan Suramadu berhasil jadi kenyataan. Meraka bisa pergi-pulang antara Surabaya-Kamal tiap hari. Keberadaan kampus Unibang yang kini jadi UNTM kebetulan lokasinya di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Di Kota Kamal ini terdapat pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Madura dan Kota Surabaya.
Tidak lama lagi, Kamal akan berubah wajah menjadi “kota pelajar” yang dipenuhi ribuan mahasiswa kos-kosan, kantin mahasiswa, toko buku dan pusat jasa foto copy serta pengetikan skripsi. Tokoh-tokoh Madura perlu memikirkan model transportasi apa yang cocok dengan lingkungan Kamal sebagai kota pelajar. Haruskah kendaraan sepeda pancal yang anti polusi seperti yang pernah ngetren di Jogja tempo dulu, diadopsi tradisinya di Kamal.
Atau dokar yang selama ini banyak berseliweran dan jadi transportasi tradisional di Kamal bisa dipertahankan, bahkan dijadikan ciri khas. Betapa indahnya, bila Kota Kamal punya ciri khas “dokar masuk kampus”. Sentuhan tangan semua pihak, termasuk ahli tata kota dan para budayawan sangat diperlukan untuk mempersiapkan kehadiran UNTM di Pulau Madura.
Related Posts:
iin munawaroh
said on Thursday, March 19, 2009, 7:30
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 3.0.5 on
Windows XP
Using
salam kenal dari kami manduta comunity, salam persahabatan untuk univ. Trunojoyo tunggu kedatanganku
raden
said on Tuesday, June 8, 2010, 9:34
Posted from
Indonesia
Safari 531.0 on
Mac OS X
Using
ia salam kenal juga dari pamekasan community…
sulthan saif
said on Saturday, August 14, 2010, 1:41
Posted from
United States
Mozilla Firefox 3.6.8 on
Windows XP
Using
aku bangga mnjadi putra madura pada umumnya,dan putra bangkalan pda khususnya……ucap puji syukur kehadirat allah swt,yg mna tlah memberikan hidayah dan kemurahan kpd masyarakat bangkalan,yg telah berdirinya universitas negri yg telah berdiri dan diresmikan,dgn adanga universitas negri ini,mnjadikan suatubacuan bgi masyarakat bangkalan untuk lbih maju…..BRAVO KOTA BANGKALAN.