Indonesian English Arabic
Friday, 12 March 2010
Google
Web
kabarMadura
KabarMadura.Com » Profil » Prof. Dr. Didik J. Rachbini

Prof. Dr. Didik J. Rachbini

Posted by KabarMadura.Com On Friday, 3 April 2009 6:10 WIB
This news item was posted in Profil category and has 2 Comments so far.

Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.

didik-100x100 Prof. Dr. Didik J. RachbiniKetua Dewan Pimpinan Pusat PAN Didik J Rachbini mendeklarasikan kesediaannya untuk maju sebagai kandidat ketua umum PAN dalam Kongres II PAN di Semarang, April 2005. Pakar ekonomi yang guru besar Universitas Indonesia ini mengemukakan lima misi yang akan diwujudkannya dalam memimpin PAN.

Pakar ekonomi dan Anggota Komisi VI DPR-RI dari PAN (2004-2009), ini bernama kecil Ahmad Junaidi, dengan panggilan Didik. Kemudian dalam ijazah SD, gurunya menulis nama Didik Junaidi Rachbini. Tidak tertulis nama Ahmad, diganti dengan panggilan Didik dan di belakang ditambah nama ayahnya, Rachbini. Maka untuk menyesuaikan dengan ijazah, nama Didik Junaidi Rachbini itulah yang dipakai.

Dia menikmati masa kecil dan remajanya di Pemekasan, Madura dan Jember. Dia tergolong anak yang lincah dan selalu aktif bermain layang-layang, berenang di sungai dan memanjat pohon. Suatu ketika dia terjatuh saat memanjat pohon hingga bibirnya terluka dan meninggalkan bekas sampai sekarang.
Selain aktif bermain, dia juga cerdas dan rajin belajar. Sehingga dia selalu juara kelas. Ketika di SMP-SMA dia senang matematika. Dia pun bercita-cita jadi insinyur teknik sipil atau pertambangan. Namun, akhirnya dia tidak memilih jurusan teknik sipil dan pertambangan itu ketika masuk perguruan tinggi. Dia malah kuliah di Institut Pertanian Bogor dan lulus S1 tahun 1983.

Setelah lulus, anak seorang guru yang punya tambak garam, ini menjadi dosen di almamaternya IPB (1983-1990). Sebelumnya, dia suda menjadi Asisten dosen IPB (1982-1983). Kemudian, Didik menlanjutkan studi program Studi Pembangunan, Central Luzon State University, Filipina, lulus bergelar S2-M.Sc (1988) dan bergelar S3-PhD (1991).

Saat itu, Didik aktif sebagai Peneliti LP3ES, Jakarta (1985-1994) dan Kepala Program Penelitian, LP3ES (1991-1992), sampai menjabat Wakil Direktur LP3ES (1992-1994). Selain itu, dia juga aktif sebagai Dosen Universitas Nasional (1993-1994) dan dosen Pascasarjana Program Magister Manajemen UI sejak 1993.

Pada tahun 1995-1997 dia menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana, kemudian menjabat Pembantu Rektor I, Universitas Mercu Buana sejak 1997. Selain itu, tahun 1995, Didik juga ikut sebagai pendiri dan pengajar di Universitas Paramadina Mulya. Tahun 1998 dia juga menjadi anggota Majelis Pendidikan Tinggi Nasional.

Pada tahun 1990-1991 dia merangkap tugas sebagai Konsultan FAO dan Konsultan UNDP (1993-1995). Setelah itu, Didik mendirikan Institute for Development of Economics & Finance (Indef) sekaligus menjabat Direktur (1995-2000).

Setelah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) didirikan, Didik juga ikut aktif sebagai Anggota Majelis Pakar. Berkat aktivitasnya di ICMI, Didik diangkat menjadi Anggota MPR Utusan Golongan (1998). Di situ dia mulai memasuki dunia politik.

Mantan aktivis HMI ini kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (1999) sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) sebelum menjadi Ketua DPP Partai Amanat Nasional (2000-2005). Pemilu 2004, Didik terpilih menjadi anggota DPR mewakili daerah pemilihan Batu dan Malang, Jawa Timur.

Melihat berbagai kegiatan guru besar Universitas Indonesia, ini termasuk sebagai pengamat ekonomi yang analisisnya banyak diekspose berbagai media, Didik tetap memberi perhatian penuh pada isteri dan anak-anaknya. Didik dan isteri, Yuli Retnani, doktor dan dosen IPB yang mantan adik kelas dan tetangga kosnya, menganut konsep konservatif dalam membina keluarga terutama mendidik ketiga anaknya (Eisha, Fitri dan Imam).

Mereka berbagi tugas untuk mengasuh anak. Istrinya, kendati bergelar doktor, tetap berperan sebagai ibu, memandikan anak, menyiapkan bajunya, dan membantu tugas sekolah. Tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada pembantu.

Sumber : Facebook Profile Prof Didik & rachbini.com

http://www.facebook.com/group.php?gid=63726977754

Bookmark and Share

Related Posts:

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments to “Prof. Dr. Didik J. Rachbini

  1. 1

    itsnain maulana
    said on Friday, April 3, 2009, 16:47

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    keren join dum ke blogger madura,,,q join

    ditunggu

  2. 2

    s. bachtiar
    said on Tuesday, July 21, 2009, 21:43

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 on Windows Windows XP

    bang didik yang penting bisa melakukan yang kongkrit buat masyarakat madura, PAN yang diidentikkan dengan muhammadiyah oleh sebagian besar masyarakat madura yang NU mayoritas, perlu dibuat semacam reorientasi cara pandang dan fanatisme yang paling tidak madura menerima PAN tanpa harus me-muhammadiyahkan PAN

Gravatar : You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar

Leave a Reply

Twitter Users
Enter your personal information in the form or sign in with your Twitter account by clicking the button below.


Comments links could be nofollow free
The Holy Qur'an :

© 2010 Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura KabarMadura.Com | Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura