Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Antisipasi Dekadensi Moral Remaja Jelang Suramadu
Orang tua mana yang tak khawatir dengan perkembangan zaman sekarang. Teknologi yang makin canggih bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi menjadi faktor mencerdaskan, sementara di sisi lain membuat moral kian merosot. Terutama bagi remaja, mereka butuh media untuk mawas diri.
NUR RAHMAD AKHIRULLAH, Bangkalan
KETERBATASAN jumlah remaja yang mau bergelut dengan urusan keimanan dan ketaqwaan sebagai bagian dari masjid bukan alasan untuk berhenti mengajak kepada kebaikan. Dari jumlah yang sedikit itu justru diharapkan bakal tumbuh penularan-penularan hal positif melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Demikian keyakinan yang dimiliki oleh Remaja Masjid Ar-Raudhah. Untuk pertama kalinya mereka mengadakan kegiatan silaturahmi dengan para remaja masjid se kabupaten Bangkalan. Selain untuk menjalan program kerja, hal penting yang coba digagas adalah menyelematkan generasi muda dari dekadensi (kemerosotan) moral yang berpotensi besar terjadi akibat asimilasi budaya dan kecanggihan teknologi.
Pukul 08.00 sedikitnya 250 remaja masjid di berbagai sekolah di Bangkalan hadir di masjid yang berlokasi di Jalan KH Mohammad Kholil 58 (Bangkalan). Kebetulan masjid itu ertetangga dekat dengan kantor pusat Radar Madura. Kedatangan siswa-siswi berpakaian muslim itu bertujuan untuk hadir dalam kegiatan silaturahmi remaja masjid (remas).
Menurut, Ketua Remas Ar-Raudhah M.Ridwan mengungkapkan, jumlah remas yang dia undang berasal dari berbagai SMP dan SMA se Bangkalan berstatus negeri maupun swasta. “Kita mengundang paling sedikit ada 50 remas dari sekolah-sekaolah yang ada di Bangkalan. yang datang sekaran ini kira-kira 250 orang lah,” ujarnya.
Menurut dia, pertemuan tersebut diawali oleh program kerja dan hasil ngobrol dengan organisasi keagamaan lain yang menjadi mitranya. Dengan persiapan sederhana, pihaknya akhirnya berhasil menghubungi dua pembicara untuk hadir dan memberi siraman rohani pada remaja masjid se Bangkalan.
Tema yang diangkat sengaja dipilih tentang remaja dan problematikanya. “Sekarang dan selanjutnya kondisinya sudah berbeda dengan dulu. Berbagai hal negartif sudah harus diantisipasi mulai sekarang daripada terlambat,” cetusnya. Materi yang menjadi bahasan dalam pertemuan itu diantaranya tentang masalah sosial, religi, organisasi hingga politik.
Rifa, siswi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku sangat senang. “Ini kan baru pertama, saya senang sekali soalnya selama ini kita selalu merasa sendirian. Kalau bisa kumpul seperti ini kan asyik, bisa tukar pengalaman dan saling mengisi,” ujar siswi kelas VII SMPN 5 Bangkalan ini.
Budi, guruu dari SMPN 1 Labang mengungkapkan, kegiatan serupa harus menjadi tradisi generasi muda yag lain. Terlebih bagi generasi muda Labang yang akan menjadi remaja pertama yang merasakan dampak perubahan. “Labang ini kan tempatnya kaki Suramadu. Jadi saya sangat apresiaif sekali agar acara ini bisa dilanjutkan untuk meningkatkan iman remaja dan menghadapi degradasi moral,” ujarnya.
Sementara itu, di dalam masjid para siswa dengan seksama menyimak pemaparan pembicara yang dihadirkan panitia. Pembicara pertama dr. Nur Aida Rahmawati dari Persaudaraan Muslimah memberikan materi seputar kehidupan remaja dengan lawan jenis, organisasi, penyakit kelamin, teknologi hingga artis idola remaja. Demikian juga dengan Drs KH Zainal Abidin yang lebih banyak membahas tentang bagaimana remaja bisa menjaga diri dan tetap berpegang teguh pada keimanan dan ketakwaan menghadapi masa depannya. (*)
Sumber : Jawa Pos
Related Posts:
Avoiviancene
said on Monday, May 25, 2009, 10:26
Posted from
Ukraine
Netscape Navigator 0.91
Using
Hi, nice posts there
express’s recompense the gripping information
Culun
said on Monday, June 1, 2009, 20:36
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 2.0.0.16 on
Windows XP
Using
Mari kita tanamkan semangat untuk memakmurkan masjid dengan slogan “Hatiku Terpaut di Masjid”.
aaqir
said on Friday, June 12, 2009, 19:49
Posted from
United States
Mozilla Firefox 2.0.0.20 on
Windows XP
Using
membangun peradaban madura lebih islami salah satunya harus memakmurkan masjid dengan mengisi beranika kegiatan keagamaan. para pemuda pasca suramadu harus lebih di didik secara matang di bidang ke agamaan dan etika sehingga nantinya mampu membangun madura ke arah peradaban yang lebih islami