Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Keluarga pasien keluhkan penanganan rumah sakit umum daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan. Mereka menilai pelayanan yang diberikan pihak RSUD terhadap pasien lamban dan tidak profesional. Padahal biaya yang harus ditanggung keluarga pasien tergolong mahal.
Sodik, ayah pasien mengatakan, untuk sekali pasang infus di ruang darurat biayanya Rp 150 ribu. Belum lagi biaya kamar seharga Rp 200 ribu per hari dengan fasilitas seadanya. Ia mengaku, untuk biaya administrasinya bukan dibayar setelah pasien hendak pulang, melainkan ketika mau pesan kamar dikena cash Rp 80 ribu.
“Belum apa-apa kita sudah ditarik biaya cash. Dan harganya pun tidak murah, bagi kami uang senilai itu cukup mahal. Apalagi, kita datangnya ke rumah sakit keburu-buru karena anak sudah dalam keadaan darurat. Jadi setelah pesan kamar dikenai biaya cash, kami terkejut,” ungkap Sodik, Selasa (18/11).
Sodik menjelaskan, meski biaya yang dikeluarkan mahal, juga tidak diimbangi dengan pelayanan secara profesional. Sebab, jika sewaktu-waktu penyakit pasien kambuh saat malam hari sulit sekali mencari dokter jaga. Pasalnya, satu rumah sakit hanya ada satu dokter jaga.
“Pernah anak saya kondisinya memburuk malam hari. Saya menanyakan ke perawat mana dokter jaganya. Ia menjawab, masih dicarikan dulu. Baru setelah ditelepon, lama berselang dokter jaga pun datang. Seandainya, kondisi anak saya kemarin tidak terlalu parah dibawa ke RSUD dr Soetomo aja. Tapi, saya takut terjadi apa-apa di perjalanan,” ujarnya.
Dia menambahkan, di RSUD dr Soetomo selain biayanya tidak mahal, pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit ke pasien bagus. Dokter jaga terus step by di rumah sakit dengan jumlah yang lebih besar . Belum lagi ditambah dokter muda yang terus memantau kondisi pasien.
“Beberapa waktu lalu, ibu saya dirawat di karang menjangan (RSUD dr Soetomo) dan biaya yang dikeluarkan tidak semahal di sini. Menjalani rongent, tes darah, dan pasang infus hanya habis Rp 300 ribu di karang menjangan,” terangnya.
Terpisah, Wakil Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Andang Pradana mengatakan, biaya tersebut sudah menjadi kesepakatan rumah sakit dan itu sudah diukur dengan kemampuan masyarakat Bangkalan. Sehingga harga yang dipatok cukup realistis.
“Kalau untuk dokter jaga mungkin itu kebetulan saja, sebab kami sudah menyiapkan beberapa dokter jaga untuk step by di rumah sakit tiap malam,” terang Andang.
Related Posts: