Indonesian English Arabic
Wednesday, 8 September 2010
Google
Web
kabarMadura
KabarMadura.Com » Topik Menarik » KabarMadura.Com - Wajah Pemilu Indonesia Ternoda

KabarMadura.Com - Wajah Pemilu Indonesia Ternoda

Posted by KabarMadura.Com On Monday, 13 July 2009 9:49 WIB
This news item was posted in Topik Menarik category and has 2 Comments so far.

Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.

Alangkah menyedihkan melihat wajah Indonesia ternoda ketidakberesan DPT dan penggelembungan suara, penyontrengan lebih dari dua kali, dll yang terkuak seusai pilpres pada 8 Juli lalu.
Mereka yang mengaku-ngaku pembela demokrasi dan HAM, mengebiri ucapan mereka sendiri. Demi kekuasaan, politisi memperlihatkan moralitas yang buruk.
Perbuatan tidak terpuji ini menimbulkan keragu-raguan kita semua terhadap legitimasi hasil pemilu. Mana mungkin pemerintah baru mendatang dapat membangun pemerintahan yang bersih untuk rakyat, jika kekuasaan yang diperoleh cacat hukum atau tanpa moralitas yang tinggi.
Keterangan - keterangan dari masyarakat antara lain menyebutkan adanya ketidakwajaran secara sistemik di berbagai TPS di seluruh Tanah Air. Kejadian semacam ini sulit dijadikan kepercayaan masyarakat terhadap kelangsungan demokrasi kita. Bagaimana tidak?
Semua pelanggaran kampanye pemilu, dana kampanye, dan kasus sosialisasi spanduk KPU dan daftar pemilih tetap (DPT) ternyata masih bermasalah. Kita khawatir oknum - oknum KPU dan KPUD tidak netral (the man behind the gun). Perbuatan tercela ini seolah - olah memasang dinamit di fondasi sistem demokrasi yang sedang kita bangun sendiri.
Politisi kita berjiwa kerdil. Tak pantas diperdebatkan seberapa besar pelanggaran pilpres berdampak pada perubahan hasil perolehan suara, pasangan capres - cawapres. Apa yang diinginkan rakyat pemilih adalah pilpres yang tak mewariskan perbuatan tercela. Idealnya, Presiden terpilih diharapkan dari sosok pemimpin yang bermoral dan bermutu tinggi.
Maka, untuk mempermudah tugas Panwaslu dan Bawaslu serta aparat hukum, ketiga pasangan capres -cawapres menghentikan semua kegiatan penggalangan (fungsi - fungsi intelijen : penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan). Penggalangan (conditioning) ini biang kerok wajah pemilu ternoda. Penggalangan hanya dikenal di negara totaliter, bukan di negara demokrasi.
Membiarkan pemilu tak bermoral dan berkeadilan, dapat menimbulkan pertikaian dan precedent hukum yang buruk bagi pemilu 2014 mendatang. Bila dianggap perlu, pemilu pilpres ini diulang saja. Karena apa? Ketidakadilan berarti ketiadaan demokrasi.
Jadi, apa pun alasannya, jangan lanjutkan warisan (legacy) pelanggaran pemilu sekecil apapun pidananya terhadap bangsa ini, terutama terhadap generasi muda. Dalam hukum pidana, yang dihukum adalah perbuatan, sekali lagi perbuatan.
Dalam mitologi cerita Ramayana dan Mahabrata, hidup ini sebagai pertarungan antara kekuatan khaos (kurawa) dan ketertiban (pendawa). Dalam Mahabrata, Kurawa memiliki kesombongan, nafsu-nafsu, menghalalkan segala cara. Sebaliknya, Pendawa berpihak pada sifat keluhuran, kebaikan, keadilan dan semacamnya. Sosok tipe Pendawa itulah diharapkan muncul pada pilpres ini.

Tangerang, Penulis Harrison Papande Siregar-Mahasiswa UI-FISIP jurusan Adm. Negara

Bookmark and Share

Related Posts:

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments to “KabarMadura.Com - Wajah Pemilu Indonesia Ternoda

  1. 1

    redaksi
    said on Thursday, July 16, 2009, 13:42

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

    PROPA GANDA POLITIK HASIL QUICK COUNT

    8 juli 2009, beberapa saat setelah gelaran pemilu baru saja dilaksanakan, sejumlah setasiun televisi menayangkan hasil quick count sementara di wilayah Indonesia Timur sebelum gelaran pilplres usai. Sekitar pukul 10.30 WIB atau pukul 12.30 WIT (30 menit sebelum pilpres usai). Apakah maksud dari penayangan hasil quick count tersebut? Benarkah ini upayah propaganda politik untuk mempengaruhi psikologis pemilih agar mencontreng capres tertentu?

    …………………………………………………………..

    Seiring tumbuhnya demokrasi, sedikit banyak mengubah wajah dunia perpolitikan di Indonesia. Bukan sja pada kontestasinya yang berubah, namun juga pada metodologi cara berpolitik. Hal ini diindikasikan dengan menjamurnya lembaga survey sekaligus konsultan politik capres dan cawapres.

    Fungsi sesungguhnya survey/jajak pendapat adalah memantau opini publik, mengintip persepsi, harapan, pendapat apa yang dipikirkan masyarakat. Fungsi normatif survei, menjembatani kepentingan publik (rakyat) dengan penentu kebijakan publik/ pemerintah. Hasil survei yang muncul dipandang sebagai barometer aspirasi masyarakat secara keseluruhan. Bahkan dalam era demokrasi sekarang ini hasil dari lembaga survei dianggap sebagai kekuatan kelima, selain media massa dan trias politica(eksekutif-legislatif-yudikatif). Oleh karena itu lembaga survei kini dianggap sebagai algojo penentu kebijakan publik.

    Seiring bermunculan lembaga survei, Lembaga surveipun berperan ganda: peneliti sekaligus tim konsultan atau tim sukses. lembaga survei menjelma menjadi lembaga komersial yang berafiliasi pada partai politik, tokoh ataupun kelompok tertentu. Lembaga survei beralih fungsi sebagai event organizer, menawarkan jasa, menerima pesanan hasil survei costomer dengan atasnamakan ilmu pengetahuan/kedok metode ilmiah. hasil survei jelas hanya menguntungkan sumber penyandang dana.

    Dengan dasar hasil survei pesanan tadi, sipenyandang dana mempublikasikan penelitian. Tujuannya propaganda politik. Pengumumam hasil survei dinilai sebagian kalangan akan menimbulkan efek bandwagon atau efek yang membuat orang mengikuti apa yang dilakukan orang banyak.

    …………………………………………………

    Menjawab pertanyaan diatas, jelas Quick count saat gelaran pilpres berlangsung adalah upaya sistematis mempengaruhi jalannya pemungutan dan perhitungan suara. Propaganda opini publik, teror untuk mempengaruhi psikologi pemilih agar mencontreng capres tertentu.

    “Akankah Bawaslu memproses kejadian tidak sportif ini??? kita tunggu saja kelanjutannya…..”

  2. 2

    Syam S. Tamoe
    said on Thursday, July 30, 2009, 19:27

    Posted from Indonesia Indonesia
    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    …setelau pilpres usai pada tgl 8 juli lalu. masyarakat tidak tahu harus berbuat apa

    sekarang masyarakat diam tidak tenaga.setelah tanpa disadari kecolongan energinya.

    dan sekarang tidak jarang terdengar suara;

    dimana SBY? kemana Mega dan JK?

Gravatar : You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar

Leave a Reply

Twitter Users
Enter your personal information in the form or sign in with your Twitter account by clicking the button below.


Comments links could be nofollow free
The Holy Qur'an :

© 2010 Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura KabarMadura.Com | Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura