Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
SUMENEP - Harapan sejumlah petani garam rakyat akan stabilnya harga garam masih jauh panggang dari api. Terbukti, kemarin sejumlah petani garam rakyat mengeluh. Pasalnya, kini harga garam mengalami penurunan dibanding beberapa hari sebelumnya.
Menurut Rozak, salah satu petani garam rakyat asal Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, saat ini harga garam mengalami penurunan. Yakni tingkat penurunannya sampai Rp 5 ribu per ton pada masing - masing kwalifikasi (Kw).
Turunnya harga garam tersebut terjadi sejak sepuluh hari lalu. Diduga, turunnya harga garam tersebut terjadi karena hasil produksi garam saat ini semakin meningkat dibanding bulan sebelumnya. Meningkatnya hasil produksi garam tersebut bersamaan setelah panas matahari meningkat.
Untuk diketahui, saat ini harga garam yaitu untuk Kw 3b Rp 260 ribu per ton, Kw 3c Rp 250 ribu per ton, sedangkan Kw 3d Rp 240 ribu per ton. Harga garam tersebut turun sebesar Rp 5 ribu. Dimana harga garam tersebut untuk Kw 3b sebelumnya Rp 265 ribu per ton, Kw 3c Rp 255 ribu per ton, dan Kw 3d Rp 245 ribu per ton.
Rozak menjelaskan, dengan harga garam tersebut sejumlah petani garam dipastikan sangat merugi. Sebab kebetulan tahun ini hasil produksi garam secara keseluruhan sangat minim dibanding tahun sebelumnya. “Apa lagi yang bisa kami harapkan dari produksi garam jika harganya masih rendah. Sebab jumlah produksi tahun ini lebih sedikit,” ungkap Rozak saat ditemui di lahan garamnya, kemarin siang.
Namun demikian, rendahnya harga garam tersebut tidak membuat sejumlah petani garam berhenti menggarap lahan pegaramannya. Terbukti, kemarin terlihat sejumlah petani garam di areal pegaraman Desa Kertasade dan Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget terus berproduksi.
Menurut Arifin, waga Desa Kertasade, meski harga garam masih dinilai rendah, sejumlah petani garam masih meningkatkan produksi garamnya. Sebab menurutnya, proses pengolahan garam tidak lama lagi akan berakhir. “Diperkirakan dua kali panen lagi hujan akan turun,” terangnya.
Karena itulah, sambung Arifin, pihaknya masih berharap harga garam akan mengalami peningkatan. “Kami berharap tidak lama lagi harga garam akan naik kembali,” harapnya. (c22/ed)
Sumber : Jawa Pos
Related Posts:
fahmi
said on Friday, October 23, 2009, 15:43
Posted from
Indonesia
Safari 532.0 on
Mac OS X
Using
kasihan para petani garam…..
miming syahrul
said on Monday, June 14, 2010, 13:45
Posted from
United States
Mozilla Firefox 3.0.19 on
Windows XP
Using
ini semua karena pemerintah daerahnya ga punya mangement konsep. kita tahu indonesia setiap tahun masih mengexport garam ke australia, seharusnya sumenep dapat memetakan daerah mana saja yg memerlukan garam. klo perlu lakukan kerja sama antar pemda. penguasanya harus jeli.., dan ambil kepeutusan untuk menetapkan harga yg paling sesuai.