Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Khawatir Tak Lulus Unas
SUMENEP - Lembaga pendidikan di Sumenep mulai gencarkan program fullday school. Yakni, melaksanakan program tambahan berupa bimbingan khusus di luar jam sekolah sebagaimana mestinya. Alasannya, semua sekolah menginginkan anak didiknya lulus dalam ujian nasional (unas), April mendatang.
Namun dalam praktiknya, program fullday school di masing-masing sekolah digelar dengan format berbeda. Namun intinya berupa pemantapan materi pelajaran. Yakni, peserta didik diajak menjawab sejumlah soal-soal materi pelajaran yang bakal diujikan dalam unas nanti. Seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA dan IPS dan Matematika.
Pelaksanaan fullday school berangkat dari keinginan sekolah mengantar peserta didiknya memperoleh nilai yang bagus dalam unas. Sebab, berdasar Permendiknas Nomor 77 tahun 2008, angka kelulusan di tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Yaitu dari 5,25 menjadi 5,50.
Kepala SMPN I Sumenep, Nurul Hamzah membenarkan hal dimaksud. Disampaikan, bimbingan khusus dilaksanakan selama dua jam selepas jam aktif sekolah. “Yaitu, antara pukul 13.00 hingga 15.00,” terang Nurul Hamzah.
Dijelaskan, dalam bimbingan tersebut anak didik diajak lebih konsentrasi menguasai materi unas. Caranya, materi unas digodok secara matang. Bahkan, berbagai contoh soal-soal unas diberikan kepada peserta didik.
Diakui, bimbingan khusus tersebut sudah lama dilaksanakan di sekolahnya. Sebab meski tidak menjelang unas, peserta didik dibiasakan mengikuti bimbingan khusus. “Bimbingan khusus menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah,” ungkapnya.
Nurul menginginkan, dengan optimalisasi bimbingan khusus, peserta didik bisa menjawab soal-soal unas dengan baik. Sehingga mereka bisa lulus dalam unas nanti.
Hal senada juga disampaikan Kepala MTsN Tarate, Abdullah. Menurutnya, bimbingan khusus (fullday school) efektif untuk menambah pengetahuan siswa didik. Apalagi, akunya, dalam bimbingan khusus peserta didik difokuskan memantapkan pemahaman materi yang akan diujikan dalam unas nanti.
Tetapi meski demikian, dirinya meminta keluarga peserta didik tidak lepas tangan. Selama berada di rumah, peserta didik harus dibimbing untuk belajar. Sehingga apa yang didapat di sekolah bisa dikaji kembali di rumah. “Insya Allah, mereka akan bisa menjadi yang terbaik dalam unas nanti,” ungkapnya. (tur/ed)

Related Posts:
download mp3 indoneisa
said on Saturday, July 25, 2009, 7:39
Posted from
Indonesia
Internet Explorer 7.0 on
Windows XP
Using
mampir om. wah blognya bagus
fahmi
said on Thursday, October 15, 2009, 12:45
Posted from
Indonesia
Safari 532.0 on
Mac OS X
Using
kalo bisa jgn hanya kalo menghadapi unas tapi kalo bisa dr awal masuk siswa harus full day…