Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
BANGKALAN-Gaji pegawai negeri sipil (PNS) diprediksi masih menjadi pos terbesar pengeluaran pada APBD 2010 mendatang. Sebab, kenaikan gaji PNS sebesar 5 persen beberapa waktu lalu tak disertai kenaikan dana alokasi umum (DAU) yang signifikan. Estimasi sementara, gaji PNS di Bangkalan akan menghabiskan APBD 2010 sebesar Rp 400 miliar dalam setahun.
Alokasi APBD untuk gaji PNS bukan yang pertama kali di Bangkalan. Pada 2009 alokasi dana terbesar juga untuk gaji PNS yang masuk pos belanja tidak langsung. Terbesar kedua setelahnya adalah belanja langsung. Besarnya belanja langsung sekitar 40 persen dari total ABPD. Dana tersebut tersebar ke puluhan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Kalau diprediksi seperti tahun lalu, kami melihat gaji PNS akan sebesar Rp 400 miliar. Tapi, tahun depan jumlahnya bisa berubah lebih besar,” ujar Plt. Kabag Keuangan Setkab Bangkalan, Ahmad Hafid. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan belanja tidak langsung alias gaji PNS naik pada tahun depan.
Kenaikan gaji PNS sebesar 5 persen membuat pemerintah kabupaten (pemkab) cukup mumet memikirkan alokasi dana APBD. Sebab, pemkab harus memikirkan bagaimana cara menutupi kekurangan alokasi dana gaji PNS dari pusat. Sehingga, pemkab harus membagi dana DAU untuk gaji PNS sekaligus dana pembangunan atau belanja langsung.
Disamping kenaikan gaji PNS, pemkab juga harus memenuhi gaji formasi baru PNS pada tahun depan. Diprediksi akan ada sedikitnya 700 PNS baru di Bangkalan. Mereka terdiri dari PNS baru yang diterima melalui tes masuk dan pengangkatan-pengangkatan tenaga honorer. “Kalau tahun depan ada 700 PNS baru, belanja langsung dipastikan turun lagi,” tutur Hafid-sapaannya.
Dijelaskan, kenaikan gaji PNS sejak awal sudah membuat pemerintah daerah di Indonesia kelimpungan. Sebab, tanggung jawab kenaikan gaji diserahkan pada pemerintah daerah. sementara, kenaikan DAU tahun 2010 mendatang diprediksi hanya 2 persen saja. “Kami belum bisa memastikan berapa alokasi dana untuk belanja langsung atau pembangunan. Semuanya masih digodok agar tidak ada yang tertinggal. Meski begitu, ada skala prioritas yang harus didahulukan,” paparnya.
Mengenai skala prioritas pembangunan, Kepala Bappeda Bangkalan Mohni menjelaskan pembangunan gedung dan kantor pemerintahan masih jadi prioritas utama. Meski demikian, dia enggan menyebutkan berapa besaran alokasi dana yang mungkin dialokasikan pada lanjutan pembangunan. “APBD-nya kan belum selesai. Kami masih menunggu yang di pusat dulu (APBN, Red), sehingga bisa tahu mana yang akan lebih diprioritaskan lagi,” jelasnya.
Rencana pembangunan yang masih jadi catatan penting pada APBD 2010 adalah kelanjutan pembangunan Bangkalan Plaza, beberapa kantor unit kerja daerah dan Masjid Agung Bangkalan. “Kalau sudah berdiri kokoh seperti itu kan tidak bisa ditinggal begitu saja Mas,” tandasnya.
Bagaimana dengan program pembangunan desa? Banyak bantuan dari pemerintah pusat yang sudah masuk ke desa-desa. Bantuan tesebut dinilai sudah banyak membantu program pembangunan daerah. “Gunanya kan macam-macam. Ada yang buat jalan, penampungan air dan banyak lagi,” pungkasnya. (nra)
Sumber : Jawa Pos
Related Posts:
fahmi
said on Friday, October 23, 2009, 15:45
Posted from
Indonesia
Safari 532.0 on
Mac OS X
Using
semoga yg PTT juga diperhatikan…..