Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Nginap di Hotel, Antre dari Pagi Buta hingga Sore
Ribuan pendaftar CPNS di lingkungan Pemkab Sampang terbilang cukup fantastis. Ratusan orang memadati areal pendaftaran setiap harinya. Tidak hanya putra daerah yang mengambil kesempatan, pelamar dari luar daerah datang untuk mengadu nasib. Mengapa?
SARI PURWATI, Sampang
——————————————————
TIDAK peduli panas matahari atau hujan deras yang mengguyur. Para pelamar tetap semangat memadati areal pendaftaran yang dipusatkan di kantor pemda lama Jalan Wahid Hasyim Sampang. Ratusan pelamar yang datang setiap harinya itu bukan hanya dari daerah Sampang, beberapa di antaranya dari luar Pulau Madura.
“Sebenarnya saya sudah kerja di Surabaya, tapi coba cari peluang jadi PNS di Sampang,” ujar Putri, salah satu pendaftar formasi guru kelas di lingkungan dinas P dan K.
Gadis yang kini berdomisili di Surabaya ini mengaku sengaja mendaftar di Sampang kerena ingin kembali ke kampung halamannya yang tak jauh dari Sampang. “Sebenarnya keluarga saya masih ada yang tinggal di Pamekasan. Tapi entah kenapa saya hanya ingin mendaftar di Sampang,” ujar gadis berlesung pipit itu.
Berjuang memerebutkan 1 dari 68 kursi PNS dalam formasi guru kelas tentu bukan hal yang mudah. Apalagi, Putri mengaku tidak pernah memersiapkan apa pun untuk bekal tes nanti. “Pelamarnya banyak juga sih. Tapi saya hanya coba-coba kok, siapa tahu lulus,” ujar alumunus D-2 PGSD salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu.
Akibat harus bersaing dengan ribuan pelamar lainnya, Putri mengaku sudah dua hari tinggal di Sampang. Kendati memiliki kerabat di Pamekasan, namun dia memilih menginap di salah satu hotel di Kota Sampang yang memiliki tarif standar. “Kalau nginep di sini bisa datang lebih pagi ke lokasi dan mendapat panggilan untuk nomer urut dan mengisi berkas dengan benar,” katanya sembari tersenyum.
Seperti Putri, Junaidah juga mengalami hal yang sama. Demi mengambil peluang sebagai PNS untuk formasi guru TK yang hanya tersedia di Sampang, gadis berjilbab itu rela datang dari Pulau Kangean, Sumenep. Dengan menggunakan sepeda motor, wanita yang akrab dipanggil Ida itu diantar oleh sang pamannnya yang berdomisili di Sumenep.
“Sudah dua hari saya di Sumenep menginap di rumah tante. Sebab, saya harus menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal,” ujarnya.
Memilih mendaftar di Sampang bagi Ida tentu bukan pilihan yang diinginkankan. Sebab, rumahnya tentu sangat jauh jika ternyata mimpinya sebagai PNS nanti bisa terwujud.
“Sebenarnya saya tidak ingin jauh dari rumah. Tapi mau bagaimana lagi, formasi CPNS untuk guru TK di Pemkab Sumenep belum tersedia,” terangnya.
Berbekal informasi dari teman sejawatnya yang turut mendaftar di formasi yang sama, akhirnya Ida datang ke Sampang. Kendati sempat salah arah lantaran tidak mengenal lingkungan Sampang, menurutnya, itu adalah bagian dari perjuangannya untuk menjadi abdi negara.
“Tadi sempat bingung ke lokasi pendaftaran. Tapi syukurlah ada orang yang baik hati memberikan petunjuk jalan kepada paman saya,” ujarnya.
Perjuangan Ida tidak hanya sampai di situ. Ratusan pelamar yang sudah memadati areal pendaftaran sejak pagi membuat nyalinya sempat ciut. Bahkan, rasa pesimistis untuk menembus ratusan pelamar sudah ada di bayangannya.
“Padahal, saya sengaja mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran tapi kok masih membeludak seperti ini,” keluhnya. Akibat banyaknya pendaftar, kemarin (21/11) Ida hanya mampu mengumpulkan berkas dan harus menunggu panggilan.
“Kalau sampai sore belum dapat panggilan, saya pulang saja ke rumah teman di Pamekasan. Sebab, di Sampang saya tidak punya kenalan. Besok (hari ini, Red) pagi-pagi buta saya akan bertolak ke Sampang untuk mengantre lagi,” ujarnya sambil menunggu antrean. (jawapos/radarmadura)
Related Posts:
romadhon, A.Ma.Pd
said on Tuesday, September 22, 2009, 21:00
Posted from
United States
Mozilla Firefox 3.5.2 on
Windows XP
Using
saya berharap untuk daerah sampang bdalam pelaksanaan CPNS sebisa mungkin transparan dalam pengelolaannya terutama dan yang utama adanya PUNGLI saat diberitakan adanya tes CPNS (kamu berani bayar berapa). hal ini dimaksudkan agar dalam rekruitment CPNS betul2 korang yang berkompeten dan profesioanal, sehingga sangat memberikan peluang bagi orang miskin yang berkualitas. salam perjuangan untuk sampang BAHARI…………………………