Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
Jaringan Telepon di Madura Harus Dibenahi
Salah satu sarana infrastruktur yang harus dibenahi menjelang beroperasinya Jembatan Suramadu adalah jaringan telekomunikasi. Sebab, sampai saat ini, sekitar 70 persen jaringan telepon di Madura masih menggunakan kabel manual atau koaksial.
SALAH satu syarat yang harus dipenuhi oleh daerah industri baru adalah, tersedianya sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai. Salah satunya, tersedianya sarana telekomunikasi yang nyaman dan modern. Sehingga, bisa menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya.
“Untuk menjadi daerah industri baru yang kompetitif, jaringan kabel telepon di Madura harus segera dibenahi. Sebab, sampai saat ini, sekitar 70 persen jaringan telepon di Madura masih menggunakan kabel manual atau koaksial,” ungkap Dosen Fisika Unesa Surabaya, Dzulkiflih.
Ayah dua anak kelahiran Sampang ini mengatakan, agar kabel telepon lebih praktis dan tahan lama, harus diganti menggunakan kabel fiber optik (FO). Kabel FO ini juga tidak memakan banyak tempat, lebih murah dan efisien, serta lebih aman. “Sehingga, kenyamanan pelanggan lebih terjamin,” terang putra pasangan (alm) Moh. Sabki - (almh) Imamiyah ini.
Magister Teknik Elektro ITS Surabaya ini menjelaskan, satu core atau kabel inti FO bisa menampung 64 jaringan telepon. Padahal, kabel FO bisa berisi 30, 60, 90, dan 120 core. Sehingga, benar-benar sangat praktis dan tidak memakan banyak tempat.
Meski menggunakan teknologi tinggi, bukan berarti kabel FO tidak memiliki kelemahan. Sebab, bila terjadi kerusakan atau force major pada kabel inti, jaringan telepon milik 64 pelanggan terganggu. Namun, kerusakan seperti itu sangat jarang terjadi.
“Sebab, setiap kabel inti FO dilapisi dengan pengaman anti-air yang cukup kuat. Pengamanannya berlapis-lapis. Dibanding kabel koaksial, efisiensi kabel FO bisa mencapai 75 persen,” jelas mantan Konsultan PT Tri Tech Surabaya ini.
Menanggapi pro-kontra boleh tidaknya sepeda motor lewat Jembatan Suramadu, Dzulkiflih menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pemerintah. Namun, karena sudah terlanjur dibangun jalur untuk kendaraan roda dua, sebaiknya sepeda motor diperbolehkan lewat. Sehingga, manfaat Jembatan Suramadu bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Madura.
Menurut dia, untuk melindungi keselamatan pengguna jembatan Suramadu, khususnya pengendara kendaraan roda dua, harus ada tembok penghalang untuk melindungi pengendara dari terjangan angin secara langsung. Kecepatan laju kendaraan yang lewat, juga harus diatur dan ditentukan.
“Khusus sepeda motor, memang tidak boleh melaju terlalu kencang. Kalau kecepatan anginnya kuat, itu sangat berbahaya. Sepeda motor bisa jatuh terhempas angin,” ingat Dosen Untag Surabaya ini.
Karena itu, suami Lulis Setyawati ini mengingatkan, bila cuaca sedang tidak bersahabat karena ada angin kencang, pengelola jembatan Suramadu bisa melarang semua pengendara sepeda motor lewat.
“Bagi saya, tidak masalah jembatan Suramadu dijadikan jalan tol atau jalan nasional. Yang penting murah dan sepeda motor bisa masuk. Sehingga, seluruh masyarakat Madura benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” harap mantan Dosen Stikma Malang ini. (taufiq rizqon/ed)
Sumber : Jawa Pos
Related Posts: