Indonesian English Arabic
Saturday, 4 September 2010
Google
Web
kabarMadura
KabarMadura.Com » Berita » Diserbu Batik Impor, Produk Lokal Madura Terancam

Diserbu Batik Impor, Produk Lokal Madura Terancam

Posted by KabarMadura.Com On Tuesday, 30 June 2009 20:40 WIB
This news item was posted in Berita category and has 0 Comments so far.

Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.

PAMEKASAN - Maraknya batik impor yang masuk ke Gerbangsalam mengancam batik produk lokal. Pasalnya, batik impor lebih murah daripada batik lokal.

Untuk diketahui, dengan motif yang sama harga batik impor dijual seharga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu/potong. Sedangkan batik lokal di atas Rp 40 ribu/potong. Perbedaan tersebut disebabkan hasil produksi. Batik lokal dibuat secara manual (tulis dan cap) membutuhkan waktu lama. Sedangkan batik impor dengan metode printing mampu memproduksi berkali lipat dibanding produk batik lokal.

Kepala Disperindag Atok Suhariyanto mengakui jika batik impor (Cina dan Korea) sudah beredar di Pamekasan. Dia menunjukkan batik impor yang bermotif sama dengan batik Pamekasan. “Sampai saat ini kita memang belum memiliki hak paten atas motif batik karya saudara sendiri,” ungkapnya kemarin.

Namun dirinya meyakini jika batik lokal bersegmen pasar tertentu. Sebab, dari segi kualitas batik lokal tidak tertandingi batik printing baik dari Cina maupun Korea. Menurutnya, batik printing hanya memiliki satu sisi lukis. Sementara batik lokal, kedua sisi kainnya berwarna bagus. Di samping wangi malam (istilah untuk produk batik lokal), batik tulis sangat khas. Terkait hak paten, dirinya mengaku belum bisa melakukannya saat ini. “Karena anggaran yang ada sangat terbatas, kami terpaksa menunda proses pembuatan hak paten motif batik hingga 2010 nanti,” pungkasnya.

Kristina, salah satu penjaga stand di pasar batik mengaku batik lokal biasanya menggunakan bahan premis, kaci, mori dan sutra. Untuk bahan yang terakhir, saat ini produksinya mulai jarang. Hal itu disebabkan harganya yang sangat tinggi. Yakni Rp 3 juta untuk satu bahan baju. Untuk bahan yang lain, harganya di atas Rp 40 ribu. Dia mengaku pasar batik mulai sepi bukan karena batik impor. “Tetapi karena sementara ini pembelinya sepi,” paparnya. (c14/abe/rd)

Sumber : Jawa Pos

Bookmark and Share

Related Posts:

You can leave a response, or trackback from your own site.
Gravatar : You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar

Leave a Reply

Twitter Users
Enter your personal information in the form or sign in with your Twitter account by clicking the button below.


Comments links could be nofollow free
The Holy Qur'an :

© 2010 Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura KabarMadura.Com | Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura