Toko Madura Online menyediakan kebutuhan makanan, produk, souvenir lain yang unik dari madura.
Toko Madura Online Juga menerima pesanan anda dan kami siap menyediakannya untuk anda.
BANGKALAN- Prediksi pelamar CPNS akan membeludak, mulai terbukti. Pada hari pertama pendaftaran yang dibuka panitia Pemkab Bangkalan dan Sampang kemarin, langsung diserbu ratusan pelamar.
Para pelamar memadati lokasi pendaftaran sejak pagi. Pemkab Bangkalan memilih tempat pendaftaran di balai diklat Jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan Pemkab Sampang di kantor pemkab lama Jalan Wahid Hasyim.
Sejak pagi balai diklat sudah ramai dengan pelamar CPNS. Seorang pendaftar asal Kecamatan Modung yang ditemui koran ini mengaku berangkat pukul 06.00 untuk menghindari antrean. “Sejak awal saya yakin akan antre. Saya sampai di sini pukul 07.30,” ujar Fauzi yang mendaftar sebagai tenaga pendidik.
Namun, dia harus kembali lagi hari ini untuk mendapatkan nomor ujian. “Kalau nomornya memang baru dapat besok (hari ini, Red),” tuturnya.
Pendaftar paling banyak memang terlihat di golongan tenaga pendidik. Di antara antrean panjang terlihat seorang wanita hamil kecapekan menunggu antrean. “Saya istirahat saja dulu. Kalau dipanggil pasti kedengaran kok,” ujar Rika, nama wanita itu.
Kepala Badan Kepegawaian Pemkab Bangkalan Abd. Hamid yang dihubungi kemarin sore mengatakan, lebih 500 formulir pendaftaran yang disediakan panitia ludes. Namun, dia belum memastikan jumlah pasti pendaftar di hari pertama kemarin. “Panitia sedang mendata berapa pastinya. Pokoknya kita siap lembur untuk melayani pendaftar,” ujarnya.
Kantor pemkab lama Sampang juga penuh dengan pelamar CPNS. Mereka sudah membeludak sejak pukul 07.30. Hingga pukul 10.00 pelamar terus berdatangan menyesaki meja pendaftaran. Panitia yang bertugas pun kewalahan melayani.
Sebanyak 271 pelamar dari tenaga pendidik yang mendaftar di hari pertama kemairn. Data terakhir yang diterima koran ini, pelamar di tenaga teknis sebanyak 89 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 45 orang. Sedangkan untuk formasi rekrutmen CPNS 2008 di Sampang, untuk 249 tenaga guru, 68 tenaga kesehatan, dan 35 tenaga teknis.
Kasubdin Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan H Abu Said yang kemarin ikut menjaga di lokasi pendaftaran mengatakan, membeludaknya pendaftar karena minat menjadi PNS masih tinggi. “Akibatnya mereka berlomba-lomba untuk mendapat peluang,” katanya.
Ditanya kendala yang dihadapi panitia tim saat melayani pendaftar, menurut dia, secara umum pendaftar disiplin. Kesadaran pelamar menyiapkan berkas persyaratan cukup tinggi. “Karena itu, kami pun tidak terlalu banyak menolak pendaftar yang mengajukan lamaran,” ujarnya.
Yang sempat mejadi pembicaraan hangat di hari pertama kemarin yaitu ditolaknya pelamar menggunakan ijazah D-2 PGSD dari kalangan madrasah ibtidaiyah (MI) dan setaranya. Alasan panitia, itu mengacu pada surat Dirjen Dikti No.1844/D/T/2005 tertanggal 3 Juli 2005. Dalam surat itu disebutkan, hanya ada sekitar 50 perguruan tinggi yang dinyatakan berhak mengeluarkan ijazah progam D-2 PGSD. Karena itu, jika ada yang mengajukan lamaran yang mengatasnamakan ijazah D-2 PGSD yang dikeluarkan lembaga pendidikan Islam (LPI) atau sejenisnya, panitia menolaknya.
Secara pribadi, Abu Said mengaku terenyuh atas kejadian tersebut. Terlebih lagi, wisudawan PGSD MI yang diluluskan yayasan pendidikan Islam ataupun perguruan tinggi keislaman sangat banyak. “Jika di tempat lain ada yang menerima ijazah lulusan itu (D-2 PGSD LPI), bisa mencoba melamar ke daerah tersebut. Siapa tahu mereka lebih beruntung di sana,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sampang Moh. Sayuti yang memantau lokasi pendaftaran menyayangkan tindakan panitia yang menolak lamaran dengan ijazah D-2 PGSD MI. “Seharusnya ada pemikiran yang bijak tentang nasib saudara kita itu,” kata Sayuti.
Dia mengaku punya salinan beberapa surat edaran yang isinya menganjurkan pemda agar memberi kesempatan yang sama bagi pelamar lulusan PGSD dari LPI. “Itu tertuang dalam surat No.DJ/II/DI.II.II/PP.02.3/283/06 tertanggal 20 April 2006,” ujar Sayuti.
Tak hanya itu. Ketentuan untuk menganjurkan kesempatan yang sama terhadap pelamar PGSD LPI juga tertuang dalam Peraturan Gubernur tertanggal 7 Febuari 2006.
“Saya berharap pemkab mengambil langkah yang konkret untuk menyikapi masalah ini,” tandasnya. Menurut dia, jika masalah tersebut dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan menimbulkan masalah.
Related Posts:
farid
said on Tuesday, November 18, 2008, 20:46
Posted from
Indonesia
Internet Explorer 7.0 on
Windows XP
Using
dalam penerimaan cpns agar supaya transparan ok
kabarmadura
said on Wednesday, November 19, 2008, 0:17
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 2.0.0.17 on
Ubuntu Linux
Using
kita dukung semoga menjadikan lebih baik
rie
said on Wednesday, November 19, 2008, 11:35
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 3.0.4 on
Windows XP
Using
bisa tolong kasih tau persyaratannya ga? n time limitna
thnkz
budiono
said on Wednesday, November 19, 2008, 13:56
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 3.0.4 on
Windows XP
Using
Dari dulu masih tetep ya..
kl ada lowongan CPNS langsung berduyun-duyun melamar karena inilah salah satu harapan untuk mendapatkan pekerjaan berhubung susahnya mencari pekerjaan
Yg penting,perekrutan harus adil, jangan ada money politics…
kabarmadura
said on Wednesday, November 19, 2008, 14:00
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 2.0.0.17 on
Ubuntu Linux
Using
maaf saudaraku, lebih tepatnya memang informasi ke masing2 pemkab kabupaten di madura
maaf kami belum bisa menghubungi dengan pemkab setempat
kabarmadura
said on Wednesday, November 19, 2008, 14:02
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 2.0.0.17 on
Ubuntu Linux
Using
Semoga proses seleksi dan bekerja PNS ini menjadi lebih tertata rapi dan bersih dari segala bentuk kecurangan
pertanggungjawaban terhadap rakyat indonesia … sungguh amat berpengaruh
rgesit
said on Wednesday, November 19, 2008, 23:24
Posted from
Indonesia
Mozilla 1.9.0.1 on
Linux
Using
semoga jujur selama seleksi PNS-nya
kabarmadura
said on Wednesday, November 19, 2008, 23:29
Posted from
Indonesia
Mozilla Firefox 2.0.0.17 on
Ubuntu Linux
Using
sepakat … doakan bersama